PERANG MINYAK BISA MEMICU PERANG DUNIA III
Saat ini di awal 2016 harga minyak terus menukik jatuh, bahkan kini sudah mencapai 30 dolar. Bahkan oleh para ahli harga minyak bisa jatuh ke 20 dolar dan bahkan bisa ke harga 10 dolar. Bila keadaan ini terus terjadi sangat banyak efek lanjutan yang akan terjadi seperti kolapnya perusahaan minyak dan lalu berlanjut ke pemutusan hubungan kerja, di perkirakan 250 ribu pekerja minyak di dunia telah di rumahkan di 2015, dan jumlah ini akan terus meningkat di 2016. Jumlah tersebut barulah jumlah langsung, belum lagi yang terikut kepadanya seperti transportasi, rumah rumah sewaan yang kosong, katering, warung warung makan. Dampak lanjutannya adalah rendahnya penerimaan negara di tahun 2016 ini dan bisa berdampak kepada naiknya pajak di sektor lain atau pemotongan terhadap anggaran proyek atau anggaran lainnya. Sebenarnya keadaan ini bukan hanya di alami Indonesia, semua negara mengalaminya termasuk Arab Saudi, Venezuela. Rusia bahkan di sebutkan bisa bangkrut karena jatuhnya harga minyak, dan di sinyalir serangan ke Suriah adalah dalam rangka mengkatrol harga minyak dunia, namun nampaknya sampai saat ini strategi tersebut masih gagal.
Nampaknya harga minyak sangat terpengaruh oleh penjualan minyak oleh Islamic State, yang menjual minyak dengan harga sangat murah yakni hanya sekitar 20 dolar, bisa jadi inilah yang membuat harga minyak terus merosot, karena pasar terpengaruh secara psikologis, sekali pun jumlah minyak yang di jual IS sangat kecil jumlahnya terlebih saat ini pasca pemboman sekutu secara bertubi tubi. Dan dengan jatuhnya harga minyak ini hampir semua negara menjadi kolaps karenanya, sehingga bisa jadi hal ini pada akhirnya menjadi strategi IS untuk memenangkan perang dengan cara mereka. Keadaan bisa menjadi jauh lebih berbahaya bagi barat jika IS mengharuskan pemakaian emas(dinar dirham) untuk membeli minyak mereka, yang lagi lagi hal ini bisa jadi akan menghancurkan perekonomian Amerika, bila strategi ini di ikuti dunia, bahwa dunia kembali membeli minyak dengan emas, bukannya dengan dolar.
Semua hal di atas, menjadikan dunia kini di ambang persekutuan besar menuju perang habis habisan untuk menghancurkan IS karena IS di anggap merusak tatanan dunia dengan kebijakan kebijakannya. Namun nampaknya keadaan sangat rumit karena tampaknya banyak pihak di untungkan dengan penjualan minyak IS dan nampak melibatkan beberapa negara besar yang saling berhadapan. Maka upaya penghancuran IS jika tidak berhati hati bisa jadi akan menyulut terjadinya perang besar di dunia.
Nampaknya harga minyak sangat terpengaruh oleh penjualan minyak oleh Islamic State, yang menjual minyak dengan harga sangat murah yakni hanya sekitar 20 dolar, bisa jadi inilah yang membuat harga minyak terus merosot, karena pasar terpengaruh secara psikologis, sekali pun jumlah minyak yang di jual IS sangat kecil jumlahnya terlebih saat ini pasca pemboman sekutu secara bertubi tubi. Dan dengan jatuhnya harga minyak ini hampir semua negara menjadi kolaps karenanya, sehingga bisa jadi hal ini pada akhirnya menjadi strategi IS untuk memenangkan perang dengan cara mereka. Keadaan bisa menjadi jauh lebih berbahaya bagi barat jika IS mengharuskan pemakaian emas(dinar dirham) untuk membeli minyak mereka, yang lagi lagi hal ini bisa jadi akan menghancurkan perekonomian Amerika, bila strategi ini di ikuti dunia, bahwa dunia kembali membeli minyak dengan emas, bukannya dengan dolar.
Semua hal di atas, menjadikan dunia kini di ambang persekutuan besar menuju perang habis habisan untuk menghancurkan IS karena IS di anggap merusak tatanan dunia dengan kebijakan kebijakannya. Namun nampaknya keadaan sangat rumit karena tampaknya banyak pihak di untungkan dengan penjualan minyak IS dan nampak melibatkan beberapa negara besar yang saling berhadapan. Maka upaya penghancuran IS jika tidak berhati hati bisa jadi akan menyulut terjadinya perang besar di dunia.
0 Response to "PERANG MINYAK BISA MEMICU PERANG DUNIA III"
Post a Comment